Koeno.Id – Kehadiran uang kertas tiruan alias replika suvenir kini semakin marak di tengah komunitas kolektor tanah air. Situasi ini menuntut para pemburu uang kuno untuk meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi. Salah satu objek yang paling sering menjadi sasaran reproduksi adalah uang kertas pecahan 100 Rupiah Emisi 1977.
Masyarakat numismatik sangat mengenal pecahan legendaris ini dengan sebutan populer “Uang Badak“. Uang kertas ini memiliki sistem pertahanan awal yang cukup baik pada masanya. Salah satu unsur proteksi paling krusial pada lembaran ini adalah komponen benang pengaman solid. Kolektor wajib memahami karakteristik fisik komponen tersebut agar terhindar dari kerugian akibat barang tiruan.
Karakteristik Fisik Benang Pengaman yang Asli
Perum Peruri menanamkan benang pengaman solid ini secara langsung ke dalam internal struktur kertas kapas. Benang pengaman yang asli tidak sekadar menempel pada permukaan luar lembaran uang kuno tersebut. Komponen pengaman ini terlihat seperti garis vertikal gelap yang memotong bagian tengah kertas.
Anda dapat menguji keaslian komponen ini secara taktis melalui metode dasar yang sangat mudah. Arahkan lembaran uang kuno Anda ke sumber pencahayaan yang cukup terang atau lampu ruangan. Saat Anda menerawang kertas tersebut, benang pengaman asli akan memancarkan siluet garis lurus yang utuh. Garis hitam tersebut terlihat menyatu sempurna dan tidak tampak terputus dari ujung atas hingga bawah.
Sebaliknya, uang tiruan atau suvenir biasanya menggunakan trik cetak eksternal untuk mengelabui mata pembeli. Penjual nakal sering kali hanya menyablon garis perak atau hitam pada permukaan luar kertas palsu. Garis cetakan sablon tersebut akan terlihat berkilau secara tidak wajar saat Anda memperhatikannya secara detail. Cetakan palsu ini juga tidak akan menghasilkan siluet gelap yang solid ketika Anda menerawangnya.
Tips Klinik Numismatik: Jangan ragu menggunakan bantuan alat kaca pembesar untuk melihat batas benang pengaman dengan serat kapas.
Sentuhan Tekstur Khas Cetakan Intaglio
Selain melakukan metode terawang, Anda juga dapat menggunakan indra peraba untuk mendeteksi keaslian. Uang kertas 100 Rupiah 1977 yang asli memiliki tekstur kertas serat kapas yang sangat khas. Bahan serat kapas asli ini cenderung terasa kaku dan tetap tebal walau usia uang sudah tua.
Teknologi cetak intaglio dari pabrik Peruri menghasilkan sensasi cetakan yang terasa kasar saat Anda merabanya. Tekstur timbul yang kasar ini biasanya terasa jelas pada area gambar utama Badak Jawa. Area sekitar benang pengaman yang asli juga tidak akan terasa menonjol atau mengganjal secara aneh. Sifat menyatu ini muncul karena benang tertanam kuat di dalam daging kertas sejak proses bubur kertas.
Uang tiruan yang memakai bahan kertas biasa seperti HVS pasti terasa sangat licin saat Anda pegang. Kertas replika juga cenderung lemas dan tidak mengeluarkan bunyi nyaring saat Anda mengibaskan lembarannya. Gabungan ketelitian memeriksa benang pengaman dan tanda air Garuda Pancasila merupakan kunci utama keamanan koleksi Anda. Lindungi portofolio investasi numismatik Anda dengan selalu membeli barang dari jaringan pedagang yang tepercaya.












